
Pekanbaru | 24 November 2025 | 10.50 WIB
BERTUAHHUB.COM – Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi, kini resmi menempati posisi Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Riau untuk periode 2025–2030. Penunjukan itu dipastikan dalam gelaran Konferda PDI-P Riau, bersamaan dengan pembacaan struktur baru yang kembali menempatkan Zukri sebagai Ketua dan Kaderismanto sebagai Sekretaris.
Posisi yang diemban Zulkardi bukan jabatan simbolis. Bidang ini selama beberapa tahun terakhir menjadi ruang strategis yang bersentuhan langsung dengan anak muda, olahraga, komunitas kreatif hingga sektor pariwisata—wilayah yang terus berkembang dinamis di Riau.
Zulkardi sendiri bukan nama asing bagi dunia olahraga. Ia memimpin Muaythai Kota Pekanbaru dan memiliki kedekatan kuat dengan komunitas suporter sepak bola Curva Nord. Pengalaman ini membuatnya terbiasa berhadapan dengan dinamika lapangan, event, hingga gerakan komunitas.
“Saya datang bukan untuk sekadar mengisi kursi. Bidang ini harus melahirkan ruang yang benar-benar bisa diakses anak muda dan komunitas olahraga,” ungkapnya saat dihubungi Minggu (23/11/2025).
Ia menegaskan bahwa pekerjaan utama bukan sekadar menyusun program, tetapi memastikan pelaksanaan berjalan nyata. “Kalau bidang ini hanya jadi formalitas, itu tidak ada artinya. Yang penting kita kerja, bukan memamerkan rencana,” lanjutnya.
Zulkardi juga menyoroti pentingnya pola baru dalam mengelola sektor pemuda dan pariwisata. “Anak muda tidak butuh janji—mereka butuh arena. Kalau ruang itu tidak kita sediakan, berarti kita sendiri yang menghambat mereka,” katanya.
Menurutnya, ranah kepemudaan, pariwisata, dan olahraga dapat menjadi gerbang penting bagi partai untuk memahami aspirasi masyarakat secara lebih dekat.
“Saya ingin suara pelaku event, usaha, dan komunitas kreatif ikut terdengar di meja kebijakan. Kalau tidak, kita akan tertinggal,” tegasnya.
DPD PDI Perjuangan Riau menyampaikan bahwa bidang yang kini dipimpin Zulkardi akan menjadi salah satu sektor yang diprioritaskan, terutama karena menyangkut interaksi langsung dengan publik muda—kelompok yang menjadi penentu dinamika politik daerah.
